Ternyata Ini yang Jadi Alasan PT. Bumi Resources Tbk (BUMI SAHAM) Meroket

PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1973. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi eksplorasi dan eksploitasi deposit batubara (termasuk penambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, Perseroan merupakan entitas induk dari anak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini merupakan bagian dari grup usaha Bakrie.

Saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan Rabu (13/1/2021) ditutup naik 33% menjadi Rp 103/saham, dan bergerak di kisaran Rp 78-103/saham. Sebanyak 4,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 440,83 miliar. Investor domestik tampaknya mendominasi perdagangan saham BUMI.

Menanggapi lonjakan harga saham, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, pergerakan tersebut bisa disebabkan oleh membaiknya sentimen akibat kenaikan harga komoditas antara lain batu bara, emas, minyak, dan CPO. Selain itu, prospek vaksin sejak awal pandemi Covid-19 juga menjadi sentimen positif bagi perekonomian, termasuk sektor batu bara.

“Strategi jangka menengah yang kuat, termasuk pasokan batu bara untuk proyek gasifikasi. Lalu bagaimana perusahaan dapat mempertahankan volume dan kewajiban utang yang berkelanjutan meskipun dalam kondisi pandemi yang menantang,” kata Dileep kepada CNBC Indonesia.

Selain itu, pangsa pasar BUMI masih terjaga dengan baik, dengan pemegang saham multinasional yang kuat serta dari manajemen. Anak perusahaan BUMI juga memiliki prospek yang menarik, misalnya Arutmin yang telah memperoleh IUPK, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang kuat di proyek non-batubara, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

“BUMI Saham adalah perusahaan yang sahamnya sangat undervalued dibandingkan dengan pelaku sektor lain. Investor domestik dan asing melihat pembelian yang menarik dengan prospek jangka menengah yang tak tertandingi,” kata Dileep.

Sebelumnya, perseroan juga mengungkapkan sepanjang tahun 2020 telah memproduksi 83-85 juta ton batu bara, atau hampir sama dengan 2019. Sedangkan untuk tahun ini, BUMI menargetkan produksi batu bara mencapai 85-90 juta ton atau meningkat sekitar 5,8 juta ton. persen dibandingkan tahun 2020.

“Kami belum terima data pastinya, tapi saya kira produksi sepanjang 2020 akan mencapai sekitar 83-85 juta ton. Sedangkan tahun ini kami berusaha mencapai produksi 85-90 juta ton,” kata Dileep.

Dileep mengatakan dalam kondisi pasar yang sempurna, produksi Bumi Resources bisa mencapai 100 juta ton per tahun. Dia mengatakan, dengan bertambahnya perusahaan di pasar global, setelah pemilihan presiden Amerika Serikat, diperkirakan beberapa konflik ekonomi global akan mereda. Dengan demikian, permintaan batu bara diperkirakan akan meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *