Lengkap, Definisi dan Pengertian Margin Trading

Lengkap, Definisi dan Pengertian Margin Trading

sinewavemagazine.com – Mengetahui pengertian dan definisi Margin Trading secara detail sangat membantu kita dalam menjalankan bisnis dalam trading Forex. Ketidaktahuan seorang pebisnis tentang margin trading yang sebenarnya membuat bisnis forex trading dia hanya membawa kerugian.

Apa itu Margin Trading?

Margin Trading pada dasarnya adalah perdagangan leverage dari investor / broker / dealer lain yang dikelola oleh broker tempat kita berdagang dan kemudian didistribusikan / disediakan untuk diperdagangkan oleh broker tempat kita berdagang.

Leverage” dan dari leverage ini kita bisa mengetahui berapa banyak uang yang kita peroleh dari modal kita, dan modal kita menjadi jaminan saat kita membuka order dengan dana margin.

Forex margin trading merupakan bagian yang sangat penting dan perlu dipahami oleh setiap investor dalam trading forex. Dapat diasumsikan bahwa margin adalah obat mujarab kehidupan. Di bursa efek, margin adalah fasilitas yang disediakan untuk investor oleh perusahaan pialang atau pialang saham.

Namun, tidak seperti pinjaman bank, pinjaman ini tidak harus dilunasi sesuai jadwal. Investor baru akan kembali lagi jika berhasil menjual saham yang telah dibelinya dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Atau sebaliknya, berhasil melikuidasi posisi short dan membelinya dengan harga yang lebih rendah dari harga jual. Sebagai imbalan atas fasilitas yang diberikan oleh perusahaan pialang berjangka, investor harus membayar bunga dan biaya pinjaman.

Di pasar forex, margin bukanlah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan pialang berjangka. Ini berarti bahwa perusahaan pialang berjangka tidak perlu “membangun” kebutuhan investor akan dana yang melebihi dana yang mereka perlukan untuk diinvestasikan.

Konsep yang berbeda ini dapat ditelusuri kembali ke perdagangan valas atau, secara umum, pasar berjangka tidak memerlukan non-pengiriman barang, seperti saham.

Margin valas adalah uang jaminan yang disimpan pada perusahaan pialang berjangka agar investor dapat bertransaksi melalui perusahaan pialang berjangka. Sebagai contoh, kita mendapatkan transaksi seperti berikut:

Harga pasar 1 GBP = 1.8850 USD
Beli 10.000 USD (1 lot)
Nilai Transaksi: $ 18.850 ($ 10.000 x $ 1.8850)
Margin awal: 1%
Pendanaan yang Dibutuhkan: $100 (1% x $10.000)

Jika harga pasar 1 GBP = 1.89.50 USD
Penjualan: 10.000 USD (1 lot)
Pengembalian yang Diperoleh: $ 18.950 ($ 18.950 hingga $ 18.850)
Keuntungan: $100 ($18.950-$18.850)
Hasil: 100% (100 USD / 100 USD x 100%)

Di sini kita melihat seorang investor mengambil posisi terbuka dengan membeli 1 lot GPB ($ 10.000) dengan harga GBP 1.8850. Jadi, dana yang dibutuhkan adalah USD 18.850, atau investor harus menyetor jumlah ini sebagai modal transaksi sebesar 1 lot GBP.

Oleh karena itu, hal ini dilakukan dengan menggunakan sistem margin dan margin yang ditetapkan adalah 1% dari nilai kontrak, sehingga investor hanya perlu menyetor modal sebesar $100 (1% x $10.000). Lalu dari mana uang USD 9.900 itu? Karena tidak ada pengiriman dalam perdagangan berjangka, diperlukan kekurangan dana.

Jadi untuk membeli GBP senilai £10.000, investor hanya perlu menyediakan $100. Untuk dapat memperdagangkan saham dengan nilai USD 100.000, investor harus menyetorkan margin USD 50.000. Kekurangannya, yaitu $50.000, dipinjam dari perusahaan pialang saham.

Isi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi adalah sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan nasabah pada Bursa Berjangka, Pedagang Berjangka dengan Anggota Kliring Berjangka, atau Anggota Kliring Berjangka pada Lembaga Kliring Berjangka untuk memperoleh Pemrosesan transaksi kontrak.

Margin disimpan untuk setiap pesanan pelanggan yang ditempatkan pada pialang berjangka. Hal ini dimaksudkan sebagai jaminan atas pelaksanaan kontrak berjangka yang telah dibuat berdasarkan amanat di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *