Ini Dia Salah Satu Saham Paling Ramai Trading, Saham BRIS!

Ini Dia Salah Satu Saham Paling Ramai Trading, Saham BRIS!

sinewavemagazine.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang genap berusia kurang dari satu tahun sejak RUPSLB terakhir, ditata kembali dalam rapat umum pemegang saham pekan terakhir Agustus 2021.

Manajemen Bank Syariah Indonesia mengumumkan melalui keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar RUPSLB pada Selasa (24/8/2021).

Dalam somasi kepada pemegang saham, Bank Umum Syariah (BUMN) itu hanya mencantumkan satu mata acara RUPSLB, yakni perubahan susunan komite komisi perusahaan.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, BRIS telah beberapa kali mengubah susunan komite komisi. Salah satunya ketika masih bernama Bank BRIsyariah pada November 2020. Sebelum Bank Syariah Indonesia berlaku efektif pada Februari 2021.

Bank Syariah Indonesia kembali menyelenggarakan RUPSLB pada bulan Desember 2020. Agenda tersebut merupakan salah satu proses yang harus diikuti dalam proses merger tiga bank umum syariah milik bank BUMN.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana menambah kepemilikan saham publik melalui rights issue. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dalam webinar pada Jumat (8 Juni 2021).

Sekadar informasi: Saham publik BRIS saat ini 5,46 persen. Namun, aturan jumlah saham beredar yang bisa diakuisisi publik dari perusahaan yang berstatus open atau free float, mengatur jumlah minimal 7,5 persen. Oleh karena itu, BSI harus menambah jumlah saham publik.

“Bahkan ada rencana rights issue tahun depan dan ada juga tujuan untuk menambah modal. Kami telah diminta oleh BEI dan OJK untuk mempertimbangkan rencana aksi selanjutnya,” katanya.

Hery juga menyebutkan ada beberapa saham publik yang dinilai tidak terlalu “bagus” dan volatilitas sahamnya cenderung tinggi.

Namun, jika volume saham publik besar, maka akan lebih stabil. “Investor besar tidak semudah itu mempengaruhi [harga saham],” katanya. Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menyatakan nilai rights issue BRIS mencapai Rp 7,2 triliun.

Selain itu, BSI berencana memperluas jaringan bisnisnya ke kawasan Timur Tengah pada Oktober 2021 atau dalam dua bulan ke depan.

Bahkan, sejak awal, BSI berencana mendirikan kantor atau unit kerja di kawasan Timur Tengah untuk mendukung pengambilalihan dan distribusi sukuk global oleh pemerintah Indonesia.

Dubai dinilai sebagai tujuan ekspansi bisnis BSI karena merupakan pusat keuangan dunia dan ekonomi Islam sangat kuat di sana. Selain itu, pendanaan sukuk global saat ini memiliki potensi yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *