Begini Rekomendasi saham Adhi Karya (ADHI)

Begini Rekomendasi saham Adhi Karya (ADHI)

sinewavemagazine.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (BEI: ADHI) adalah perusahaan publik yang menyediakan jasa konstruksi yang berbasis di Jakarta, Indonesia.

Kisah pendirian ADHI dimulai ketika Menteri Pekerjaan Umum dan Ketenagalistrikan memutuskan dengan SK tanggal 11 Maret 1960 untuk mendirikan perusahaan jasa konstruksi.

Setahun kemudian, ADHI disahkan sebagai Badan Usaha Milik Negara (P.N.) Adhi Karya berdasarkan PP No. 65 Tahun 1961 melalui penggabungan bekas perusahaan konstruksi Belanda yang telah dinasionalisasi berdasarkan PP No. 6. 2 tahun 1960, yaitu “Naamloze Vennootschap” Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de vries N.V. “(Associatie N.V.) dalam P.N. Adhi Karya.

Status ADHI sebagai perusahaan negara berubah menjadi perseroan terbatas pada tahun 1974 dan menjadi perusahaan publik pada tahun 2004.

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi, EPC, real estate, real estate, investasi infrastruktur, pelaksanaan prasarana dan sarana perkeretaapian, serta pengadaan barang dan jasa hotel. Perusahaan mulai beroperasi pada 11 Maret 1960.

Meski peringkat tetap tidak berubah, prospek utang PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membaik. Pefindo memberikan Adhi Karya peringkat A dengan outlook stabil.

Pada pemeringkatan sebelumnya, outlook utang Adhi negatif. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan kenaikan peringkat ADHI sejalan dengan fundamentalnya yang sudah mulai membaik. Dia menyebutkan, penjualan ADHI justru turun 19,6% di semester I 2021.

EBIT Adhi Karya meningkat 6% dari tahun ke tahun menjadi Rs 478 miliar. Menurut Andrey, EBIT yang solid tertolong oleh penghematan biaya operasional yang mencapai Rp 334 miliar, turun 13,7% year over year.

ADHI juga melakukan penghematan biaya sejak awal pandemi Covid-19. Selain itu, kontribusi grup dari usaha patungan meningkat 259,4% dari tahun ke tahun menjadi Rs.140 miliar.

Laba Adhi Karya (ADHI) naik 19% di kuartal II, sesuai rekomendasi saham. Untuk semester II, pihaknya berharap kinerja emiten BUMN tersebut akan membaik, meski PPKM tetap berjalan.

Selain itu, aktivitas konstruksi umumnya meningkat pada paruh kedua tahun ini karena situasi ekonomi.

Rencana dimulainya LRT pada pertengahan 2022 ini kemudian akan memungkinkan ADHI untuk memonetisasi aset TOD, terutama di kawasan komersial dan residensial di sekitar stasiun kereta LRT.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.400 per saham. Pada Kamis (8 Desember) harga saham ADHI naik 2,14% menjadi Rp 715 per saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *