Kenali Istilah-istilah Dalam Reksadana yang Wajib Diketahui Investor

sinewavemagazine.com – Salah satu jenis investasi yang kini mulai banyak diminati oleh para pemula yang ingin terjun ke dunia investasi khususnya pasar modal adalah reksadana.

Reksa dana adalah tempat pengumpulan dana dari komunitas investor, dengan dana yang terkumpul diinvestasikan oleh manajer investasi di berbagai sarana investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Dalam berinvestasi reksa dana, kita sering menjumpai kondisi yang mungkin tidak terlalu familiar bagi investor yang belum berpengalaman.

Reksa dana, salah satu sarana investasi itu, bagus dan cocok untuk pemula yang belum terlalu paham dunia investasi, seperti saham, obligasi, dan berbagai sarana investasi lainnya. Namun bagi investor lain, reksa dana merupakan sarana investasi untuk mendiversifikasi investasi mereka.

Istilah-istilah yang digunakan dalam reksadana

1. Portofolio Efek

Secara umum surat berharga adalah sebutan untuk surat berharga seperti obligasi, saham, reksa dana, surat utang atau wesel bayar, dan lain-lain. Oleh karena itu, portofolio surat berharga ini dapat dilengkapi sebagai kumpulan surat berharga atau sebagai kumpulan surat berharga yang dimiliki oleh investor.

2. Prospektus

Prospektus adalah dokumen yang berisi data profil perusahaan beserta laporan tahunan yang digunakan oleh suatu lembaga/perusahaan untuk memberikan gambaran umum mengenai jenis-jenis investasi yang telah dilakukan baik berupa saham, obligasi maupun jenis investasi lainnya kepada masyarakat. Menjual penawaran.

Prospektus umumnya berisi berbagai informasi yang berkaitan dengan penjelasan tentang bisnis perusahaan, laporan keuangan tahunan, daftar kekayaan perusahaan, biografi direksi dan dewan direksi, informasi rinci tentang remunerasi mereka dan informasi peraturan tentang kerjasama.

Antara pelaku ekonomi (investor, kustodian), Manajer). Investasi dan pihak lain yang terkait dengan investasi) serta informasi material lainnya.

Prospektus ini memberikan gambaran tentang kinerja Perseroan di masa lalu beserta peraturan yang ditetapkan oleh Manajer Investasi dan Kustodian serta tata cara berinvestasi dengan Manajer Investasi.

3. Manajer Investasi (MI)

Manajer investasi adalah perusahaan pengelola profesional yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengelola berbagai sarana investasi, saham atau obligasi seperti saham, obligasi dan aset lainnya dari investor dengan tujuan untuk mencapai tujuan investasi yang menguntungkan bagi investor.

Ruang lingkup layanan manajemen investasi meliputi pelaksanaan analisis keuangan, pemilihan instrumen investasi, pemilihan saham, pelaksanaan rencana dan pemantauan investasi.

4. Bank Kustodian

Kustodian adalah lembaga keuangan resmi (bank) yang telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan fungsi pengelolaan keuangan antara investor dan manajer investasi, termasuk mencatat setiap transaksi, memantau dan mengamankan aset reksa dana (penitipan).

Umumnya, setiap prospektus investasi reksa dana yang diterbitkan akan mencantumkan nama lembaga keuangan yang dikenal sebagai kustodian.

5. Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

Perjanjian Investasi Kolektif (PKK) adalah perjanjian antara manajer investasi dengan kustodian yang mengikat pemegang saham penyertaan, dimana manajer investasi berwenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan kustodian berwenang untuk melakukan penitipan bersama.

Perjanjian Investasi Kolektif (PKK) ini mendefinisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam kontrak, yaitu antara manajer investasi dan bank kustodian.

6. Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP)

Nilai aset bersih per saham ekuitas (NAV/UP) adalah harga wajar portofolio dana investasi setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi dengan jumlah saham/saham ekuitas yang beredar pada saat itu (dimiliki oleh investor).

NAB/UP berubah setiap hari dan dipengaruhi oleh harga pasar dari aset yang terdapat pada masing-masing portofolio dana investasi serta perubahan dana yang dikelola.

Oleh karena itu, nilai aset bersih per saham (NAV/UP) dikenal sebagai harga reksa dana dimana setiap transaksi yang dilakukan didasarkan pada nilai tersebut.

7. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan bersih reksa dana setiap harinya. Nilai aset bersih (NAB) juga sering disebut sebagai jumlah dana kelolaan atau aset kelolaan (AUM).

NAB ditunjukkan dalam bentuk jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksa dana, termasuk uang tunai, deposito, saham dan obligasi.

Jika disebut sebagai NAB reksa dana, istilah itu berarti seluruh dana yang dikelola dalam reksa dana. Namun yang dimaksud dengan NAB Manajer Investasi adalah jumlah dana kelolaan yang telah dipercayakan kepada Manajer Investasi. Nilai aset bersih tidak menggambarkan harga reksa dana.

8. Unit Penyertaan (UP)

Unit Penyertaan (UP) adalah unit penyertaan yang digunakan dalam investasi reksa dana dan digunakan sebagai unit transaksi yang menunjukkan jumlah penyertaan investor sesuai dengan portofolio efek yang dipelihara dan diperhitungkan oleh bank kustodian.

Ketika investor membeli reksa dana, investor membeli unit ekuitas dari manajer investasi. Sebaliknya, ketika seorang investor menjual reksa dana, dia menjual sahamnya kepada manajer investasi.

Semakin banyak saham partisipasi yang dimiliki investor, semakin banyak uang yang diinvestasikan dalam dana investasi.

9. Switching fee (Transaksi Switching)

Exchange fee (transaksi pertukaran) adalah transaksi yang disebabkan oleh perpindahan dari satu reksa dana ke reksa dana lain, baik seluruh atau sebagian sahamnya, sesuai pilihan investor.

Ini menghilangkan kebutuhan investor untuk menebus ketika mentransfer dana dari satu reksa dana ke reksa dana lainnya.

10. Subscription Fee

Biaya berlangganan adalah biaya yang dibebankan kepada investor saat membeli reksa dana. Besaran biaya berlangganan ini biasanya dapat dilihat pada prospektus yang diterbitkan dengan kisaran 0 hingga 5 persen.

11. Redemption Fee

Biaya penebusan adalah biaya yang juga dibebankan kepada investor ketika mereka menjual atau membayar saham partisipasi. Biaya penukaran ini biasanya lebih tinggi dari biaya berlangganan. Biaya penebusan ini juga dapat ditemukan dalam prospektus yang telah diterbitkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *